Bahanafmngawi.com – Penurunan harga telur ayam yang terus berlangsung mulai memberi tekanan serius bagi peternak di Kabupaten Ngawi. Pendapatan yang menyusut di tengah tingginya biaya produksi memaksa sebagian peternak mengambil langkah efisiensi dengan mengurangi jumlah ayam petelur yang dipelihara agar kerugian tidak semakin besar.

Data Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi mencatat terdapat 53 peternak ayam petelur yang tersebar di sejumlah kecamatan. Skala usaha mereka beragam, mulai dari sekitar seribu hingga belasan ribu ekor ayam.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudho Nurcahyo, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya membantu peternak agar mampu bertahan menghadapi kondisi pasar yang belum stabil. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat pendampingan teknis, mulai dari manajemen pemeliharaan hingga pembuatan pakan secara mandiri.

“Persoalan terbesar saat ini adalah biaya pakan yang masih mendominasi pengeluaran peternak. Karena itu kami terus mendorong mereka memanfaatkan bahan baku lokal dan belajar membuat pakan sendiri agar biaya produksi bisa ditekan,” ujar Eko.

Selain tingginya harga pakan, melemahnya permintaan pasar turut memperburuk kondisi usaha peternakan. Harga jual telur yang rendah membuat margin keuntungan terus menipis, bahkan tidak sedikit peternak yang memilih mengurangi populasi ayam sebagai langkah penyelamatan usaha.

DPP Kabupaten Ngawi menegaskan pendampingan kepada peternak akan terus ditingkatkan melalui penerapan budidaya yang lebih efisien, peningkatan kesehatan ternak, hingga pengembangan pakan mandiri. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas peternakan sekaligus memperkuat daya tahan usaha di tengah fluktuasi harga telur.

Sebelumnya, sejumlah peternak di Kabupaten Ngawi mengaku terpaksa mengurangi jumlah ayam petelur karena harga telur yang terus melemah tidak lagi mampu menutup biaya operasional, terutama untuk kebutuhan pakan yang terus meningkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini