Bahanafmngawi.com – Ancaman krisis air bersih kembali menghampiri warga Desa Dampit, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, seiring memasuki musim kemarau. Penurunan debit air sumur yang disertai tingginya kandungan kapur membuat sebagian warga tidak lagi dapat memanfaatkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari.
Fenomena ini bukan hal baru. Karakter wilayah yang berada di kawasan perbukitan kapur Pegunungan Kendeng menyebabkan kualitas air sumur menurun setiap musim kemarau. Sedikitnya 40 rumah di sisi utara Waduk Pondok menjadi kawasan yang paling terdampak karena sumber air di sekitar permukiman tidak memenuhi standar untuk digunakan.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) mengambil langkah penanganan dengan membangun jaringan distribusi air bersih menggunakan teknologi sifon. Sistem ini memungkinkan air dari sumber yang berada di sisi selatan Waduk Pondok dialirkan menuju permukiman warga di sisi utara tanpa bergantung pada sumber air setempat.
Pendamping Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Sulaiman, mengatakan persoalan air bersih di Desa Dampit selalu muncul ketika kemarau berlangsung cukup lama.
“Yang menjadi kendala bukan hanya debit air sumur yang berkurang, tetapi kualitasnya juga menurun karena kandungan kapur meningkat. Kondisi inilah yang membuat puluhan keluarga harus mencari alternatif sumber air bersih setiap musim kemarau,” ungkap Sulaiman.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKP Kabupaten Ngawi, Pipit Dwi Herlina, menegaskan pembangunan jaringan perpipaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan air bersih, khususnya di kawasan non-Cekungan Air Tanah (non-CAT).
“Kami berupaya menghadirkan layanan air yang lebih andal bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan sistem sifon, distribusi air dapat menjangkau permukiman warga yang selama ini kesulitan memperoleh pasokan air bersih saat musim kemarau,” jelas Pipit.
Keberadaan jaringan perpipaan itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap sumur yang kualitas airnya menurun saat kemarau. Selain menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih, program tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Dampit melalui akses air yang lebih aman dan berkelanjutan.






