Bahanafmngawi.com – Ratusan anak di Kabupaten Ngawi tercatat tidak melanjutkan pendidikan pada tahun ini. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, sebanyak 730 siswa jenjang SD dan SMP mengalami putus sekolah, terdiri dari 200 siswa SD dan 530 siswa SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah upaya peningkatan kualitas pendidikan. Data Kemendikdasmen mencatat, jumlah siswa SD di Ngawi mencapai sekitar 44 ribu 500 anak yang tersebar di 502 sekolah. Sedangkan jenjang SMP memiliki sekitar 22 ribu 500 siswa di 82 lembaga pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, mengatakan faktor keluarga masih menjadi penyebab utama siswa SD berhenti sekolah. Sementara pada tingkat SMP, pengaruh lingkungan dan pergaulan turut memicu tingginya angka putus sekolah, terutama saat siswa berada di kelas delapan.
“Untuk tingkat SMP memang banyak dipengaruhi faktor lingkungan dan pergaulan. Karena itu kami terus melakukan asesmen untuk mengetahui penyebab detailnya,” ujarnya.(20/05/2026)
Di sisi lain, pemerintah juga mulai mendorong solusi melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu berdasarkan kategori desil ekonomi. Program tersebut diharapkan mampu membantu siswa yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan biaya agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Selain itu, Dikbud Ngawi bersama pemerintah desa dan instansi terkait terus melakukan pendampingan serta membuka jalur pendidikan alternatif melalui PKBM paket A, B, dan C, sehingga anak-anak yang sempat berhenti sekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah setara pendidikan formal.(Ehr)






