Guna melindungi sentra pertanian dari ancaman banjir tahunan, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengusulkan pembangunan tanggul sepanjang 12 km di sepanjang Sungai Bengawan Madiun.
Pembangunan tanggul di targetkan pada empat kecamatan yang terdampak, yakni Kwadungan, Pangkur, Padas, dan Ngawi. Yang merupakan lumbung padi utama di daerah tersebut. Setiap tahun, sekitar 800 hektare sawah gagal panen akibat luapan sungai.
“ Kebutuhan kab ngawi itu pembangunan tanggul penahan banjir di 4 kecamatan, Kwadungan, Pangkur, Padas, Ngawi,” ujar Bupati Ngawi
Dengan dukungan Kementerian PUPR, Pemkab berharap pembangunan tanggul atau normalisasi sungai segera direalisasikan. Infrastruktur ini diyakini akan memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menekan risiko banjir yang selama ini menjadi tantangan petani.
“ Itu kalau dibangun akan mengurangi efek bencana banjir, untuk panjangnya kurnag lebih 12km,” terang Bupati Ngawi
Koordinasi dengan Pemprov Jawa Timur pun tengah dilakukan untuk menyusun strategi konkret demi mewujudkan proyek vital ini.(Ehr)






