Bahanafmngawi.com – Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) terus menunjukkan dampak positif di Kabupaten Ngawi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Supardi, menyatakan bahwa PRLB efektif meminimalisir serangan hama, termasuk tikus yang sempat menyebabkan sejumlah lahan di wilayah selatan mengalami gagal panen.

“ Dengan PRLB kita bisa menekan serangan hama. Meski sebagian wilayah selatan terdampak tikus, kami langsung bergerak cepat untuk memberantasnya,” tegas Supardi. (19/08/2025)

Hingga Agustus 2025, penerapan PRLB di Ngawi telah menjangkau 20 ribu hektare dari target 25 ribu hektare. Supardi optimis, target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun. Ia juga menekankan bahwa program ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, turut menegaskan bahwa PRLB menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Ngawi sebagai lumbung pangan nasional. Menurutnya, PRLB adalah kombinasi antara pupuk organik dan pupuk kimia yang mampu memperbaiki struktur tanah serta mengurangi daya tarik tanaman terhadap hama.

“ Pupuk organik membuat batang padi hambar, sehingga tikus tidak tertarik. Sebaliknya, pupuk kimia justru membuat batang padi manis dan rentan diserang tikus,” jelas Ony.

Dengan pendekatan ramah lingkungan ini, Pemkab Ngawi berharap pertanian tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan tahan terhadap ancaman hama di masa depan.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini