Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius. Insiden yang terjadi usai konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ini diduga kuat dipicu oleh lauk utama ayam lada hitam.

Sedikitnya 51 siswa mengalami gejala mulai dari pusing, mual, muntah, diare, hingga kejang dan pingsan. Mereka terpaksa mendapat perawatan di Puskesmas Sine dan Ngrambe. Lonjakan pasien membuat ruang perawatan penuh, sehingga sebagian siswa ditangani darurat di lantai beralaskan tikar.

Menu yang disajikan sehari sebelum kejadian terdiri dari ayam lada hitam, tempe krispi, sayur mix (brokoli, wortel, kacang koro), serta buah anggur. Dari hasil pemeriksaan awal, ayam lada hitam diduga menjadi sumber kontaminasi. Sampel makanan pun telah diamankan oleh Dinas Kesehatan Ngawi untuk diuji di laboratorium, guna memastikan adanya bakteri atau zat berbahaya.

Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyo Budi, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan keprihatinannya. Ia menyebut, distribusi MBG di sekolahnya mencapai lebih dari 1.000 porsi, sementara jumlah siswa penerima program mencapai 1.106 orang.

“Total sementara ada 51 siswa yang dirujuk untuk perawatan medis. Sebagian mulai merasakan gejala sejak malam hari setelah makan siang program MBG,” jelas Agus.

Pihak sekolah menegaskan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini. Selain itu, sekolah terus memantau kondisi seluruh siswa dan menunggu hasil uji laboratorium sebagai acuan langkah selanjutnya.

Hingga kini, investigasi masih berlangsung. Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan segera keluar untuk memastikan penyebab keracunan massal yang menimbulkan kepanikan ini.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini