Bahanafmngawi.com – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa siswa SMKN 1 Sine masih menjadi perhatian. Hingga Kamis (2/10/2025), tercatat 12 siswa masih menjalani perawatan di sejumlah puskesmas, sementara puluhan lainnya telah diperbolehkan pulang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, Heri Nur Fachrudin, menyebutkan total ada 45 siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, Puskesmas Tambakboyo, serta Klinik Aisyiyah.
“ Sebagian besar sudah membaik dan pulang ke rumah masing-masing. Saat ini tinggal 12 siswa yang masih dirawat,” ujarnya.
Gejala yang dialami para siswa umumnya berupa mual, pusing, hingga sakit perut. Meski demikian, kondisi mereka berangsur pulih. Untuk memastikan penyebab pasti insiden ini, Dinkes telah mengirimkan sampel makanan, muntahan siswa, serta bahan dari dapur umum penyedia MBG ke laboratorium kesehatan milik Pemprov Jawa Timur di Surabaya.
“ Kita lakukan observasi, kita dari Dinas Kesehatan proses mengambil beberapa sampel dan dikirim ke provins,” ujarnya
Ia menegaskan, seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah daerah. Heri juga menjelaskan, secara medis gejala tersebut bisa dipicu banyak faktor, mulai dari penurunan daya tahan tubuh saat pancaroba, hingga paparan kuman atau virus. Namun, jumlah kasus yang terjadi secara bersamaan membuat kejadian ini perlu penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, 45 siswa SMKN 1 Sine dilarikan ke fasilitas kesehatan usai mengeluhkan mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG. Beberapa siswa bahkan sempat pingsan. Rekaman video kondisi siswa yang terbaring lemah di atas tikar dengan pendampingan tenaga medis, guru, dan orangtua sempat viral di media sosial dan memicu perhatian luas masyarakat.(Ehr)






