Bahanafmngawi.com – Ngawi akan menjadi saksi gemerlapnya dunia mode dalam ajang Ngawi Batik Fashion 2025. Mengusung tema “Culture in Harmony”, acara tahunan yang paling ditunggu ini akan berlangsung pada 4 Oktober 2025 di lokasi bersejarah, Benteng Van Den Bosch.
Acara yang dimulai dari pukul 14.00 WIB ini bukan sekadar peragaan busana biasa. Ngawi Batik Fashion 2025 adalah perpaduan unik antara keanggunan warisan budaya dengan tren mode modern. Ini adalah panggung bagi para desainer lokal untuk menunjukkan inovasi mereka melalui karya batik khas Nusantara.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih, tujuan utama acara ini adalah untuk mempromosikan potensi batik di Ngawi.
” Selama ini ada 13 pembatik di Ngawi. Kami ingin mereka lebih dikenal, baik dari segi motif, desain, maupun kreativitasnya, sehingga mereka juga ikut terangkat,” ujar Wiwien.
Persiapan acara sudah matang, mulai dari technical meeting untuk 146 peserta lomba hingga geladi bersih yang akan diadakan malam ini. Besok, acara akan diawali dengan lomba fashion show, dilanjutkan dengan peragaan busana megah di malam harinya.
“ Hari ini adalah technical meeting untuk peserta lomba yang saat ini diikuti 146 peserta. Kemudian nanti malam ada geladi bersih, kemudian besok pelaksanaan lomba dan malamnya pagelaran,” ujarnya (03/10/2025)
Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti Fashion Show Batik Ngawi, Exhibition Batik, Lomba Fashion Show Batik, Workshop Desainer dan Batik Ngawi, Bazar UMKM, Wisata Benteng Van Den Bosch.
Ngawi Batik Fashion 2025 adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam melestarikan budaya dan mengangkat perekonomian lokal. Ngawi Batik Fashion sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) menegaskan statusnya sebagai acara berskala nasional yang patut diperhitungkan. Lebih dari sekadar perhelatan mode, event ini menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif daerah, membuka peluang baru bagi para desainer, pembatik, dan pelaku UMKM lokal untuk bersinar di panggung yang lebih besar. Melalui acara ini, kekayaan budaya Ngawi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diubah menjadi sumber penghidupan yang berharga, menempatkan Ngawi di peta pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.(Ehr)





