Bahanafmngawi.com – Di tengah lonjakan harga pupuk nonsubsidi yang dipicu dinamika pasar global, Pemerintah Kabupaten Ngawi memberi kepastian: stok pupuk bersubsidi untuk petani tetap aman. Jaminan ini menjadi angin segar bagi petani yang bersiap memasuki musim tanam 2026.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pemerintah daerah memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami hambatan berarti. Pengawasan penyaluran juga terus diperketat agar pupuk tepat sasaran.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Ngawi, Hendro Budi Suryawan, menyebut kondisi stok masih terkendali.
“Untuk pupuk bersubsidi, stoknya masih aman dan distribusinya terus kami pantau supaya tidak terjadi keterlambatan di tingkat petani,” jelasnya.(29/04/2026)
Data e-RDKK 2026 mencatat alokasi pupuk bersubsidi di Ngawi mencapai puluhan ribu ton, terdiri dari 41.661 ton urea, 31.599 ton NPK, dan 5.314 ton pupuk organik. Hingga akhir Maret, serapan baru menyentuh 17,50 persen, menandakan ketersediaan masih mencukupi.
Lebih lanjut, Hendro mengungkapkan peluang tambahan kuota masih terbuka melalui skema re-alokasi di pertengahan tahun.
Sementara itu, pemerintah menegaskan tidak ada perubahan harga pada pupuk bersubsidi. Adapun kenaikan harga pupuk nonsubsidi sepenuhnya dipengaruhi mekanisme pasar global. Dengan situasi ini, Pemkab Ngawi optimistis petani tetap bisa menjalankan aktivitas pertanian secara maksimal tanpa dibayangi kekhawatiran soal ketersediaan pupuk.(Ehr)





