Bahanafmngawi.com – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, turun langsung meninjau kondisi rumah Mbah Kilah, warga berusia 90 tahun di Desa Ploso, Kecamatan Kendal, setelah menerima laporan mengenai tempat tinggalnya yang memerlukan bantuan. Mbah Kilah hidup bersama cucunya di atas tanah milik kerabat. Namun, proses administratifnya mengalami kendala sehingga bantuan tidak dapat diberikan melalui skema reguler.

Wabup Antok menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengupayakan solusi melalui skema program partisipatoris.

“Secara administrasi memang ada kendala. Nah, kita sisir melalui program partisipatoris. Kita programkan bedah rumah dan mengalokasikannya untuk Mbah Kilah,” ujarnya (13/11/2025)

Pendanaan perbaikan rumah tersebut akan disokong oleh Baznas, ditambah dukungan partisipasi warga sekitar serta relawan yang bergerak bersama sejumlah elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan fraksi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari percepatan penanganan ribuan rumah tidak layak huni di Kabupaten Ngawi.

“Kolaborasi ini mempercepat intervensi. Hingga 2029 nanti, sekitar 6.000 rumah akan kita tangani, sebagian melalui APBD. Untuk kasus yang memiliki kendala administratif, kita siapkan skema melalui program partisipatoris,” jelasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat, diharapkan rumah Mbah Kilah segera layak huni, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana gotong royong mampu menjawab kebutuhan warga yang paling membutuhkan.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini