Bahanafmngawi.com – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, terus bertambah. Hingga Rabu (26/11/2025), jumlah korban melonjak menjadi 79 siswa dari jenjang SD hingga SMP. Mereka berasal dari SMPN 2 Kedunggalar (35 siswa), SDN Jenggrik 2 (20 siswa), SDN Jenggrik 6 (11 siswa), serta SDN Gemarang 5 (7 siswa).

Para siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga dehidrasi tak lama setelah menyantap menu MBG saat jam istirahat. Seluruhnya kemudian mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Gemarang.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Heri Nur Fahrudin, memastikan kondisi sebagian siswa mulai membaik.

“Total ada 79 anak, 31 dari SD dan sisanya SMP. Semua mendapat suplai dari SPPG yang sama. Keluhan terbanyak mual, muntah, dan pusing,” ujarnya.

Menurut Heri, tim Dinkes telah mengamankan sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut meliputi muntahan siswa, serta sisa lauk telur puyuh bumbu kuning yang menjadi bagian dari menu MBG hari itu.

“Sampel muntahan, telur, dan makanan lainnya sudah kami kirim ke laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan tidak ada siswa yang sampai harus dirujuk ke rumah sakit. Dari keterangan beberapa siswa, menu yang disajikan terdiri dari telur puyuh bumbu kuning, acar, susu, dan pisang disebut memiliki aroma telur yang tidak biasa.

Hingga sore hari, sebagian siswa yang kondisinya stabil telah diperbolehkan pulang. Namun puluhan lainnya masih menjalani observasi lanjutan di puskesmas sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini