Bahanafmngawi.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui DP3AKB mendorong keterlibatan lebih besar dari para ayah dan calon ayah dalam mengasuh serta mendampingi tumbuh kembang anak. Langkah ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat peran laki-laki sebagai figur utama dalam keluarga, sekaligus mencegah perilaku berisiko pada remaja.
Puji Sulistiyaningsih dari DP3AKB Ngawi menjelaskan bahwa program ini menyasar para bapak dan calon ayah agar mereka memahami pentingnya hadir secara emosional maupun psikologis bagi anak. Menurutnya, kelekatan dengan ayah memberikan dampak langsung pada kesehatan mental anak dan membantu mencegah perilaku menyimpang karena ayah berfungsi sebagai panutan utama.
“Harapannya, para ayah mampu menjadi role model. Kehadiran mereka sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan ketangguhan mental anak,” ujarnya.
Senada dengan itu, Tika Priastian dari DP3AKB menegaskan bahwa keterlibatan ayah bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menjamin kesehatan, ketahanan, dan rasa aman dalam keluarga. Ia mencontohkan kebiasaan sederhana seperti ayah mengantar anak di hari pertama sekolah sebagai pengalaman positif yang memperkuat ikatan emosional.
“Meski ayah bekerja di luar kota, komunikasi tetap harus dijaga. Video call atau pesan singkat bisa menjadi bukti bahwa anak tetap diperhatikan dan tidak kehilangan figur ayah,” jelasnya.
Melalui program ini, DP3AKB berharap lahir generasi muda Ngawi yang lebih kuat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan dengan dukungan penuh dari kedua orang tua, terutama figur ayah sebagai pilar penting pengasuhan.(Ehr)





