Bahanafmngawi.com – Suasana berbeda terlihat di Gudang Bulog Tempuran, Kabupaten Ngawi, Rabu (22/4/2026). Puluhan siswa SMK Negeri 1 Ngawi berkesempatan belajar langsung tentang pengelolaan pangan nasional melalui program edukasi yang digelar Perum Bulog Cabang Madiun.

Dalam kunjungan tersebut, para pelajar diajak menelusuri proses perjalanan gabah dari petani hingga menjadi beras yang siap disimpan dan didistribusikan. Didampingi Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, siswa mendapatkan penjelasan lengkap mengenai sistem penyerapan gabah, teknik penyimpanan, hingga alur distribusi beras ke berbagai daerah.

“Tujuannya agar adik-adik pelajar ini memahami secara langsung bagaimana peran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Agung.

Ia mengungkapkan, Gudang Bulog Tempuran menjadi fasilitas penyimpanan terbesar di wilayah kerjanya, dengan kapasitas mencapai 42 ribu ton beras yang kini terisi penuh. Secara total, stok beras di wilayah Madiun mencapai 62 ribu ton, hasil dari optimalnya penyerapan panen petani, khususnya di Kabupaten Ngawi.

Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, beras dari gudang ini juga didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Maluku, Papua, dan Madura sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan nasional.

“Gudang Bulog di Ngawi ini tidak hanya melayani masyarakat lokal, tetapi juga menopang kebutuhan pangan secara luas,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa juga diajak ikut berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Agung menegaskan pentingnya edukasi agar petani tidak menjual gabah di bawah harga yang telah ditetapkan.

Dari sisi kinerja, hingga April 2026 Bulog Cabang Madiun telah menyerap 38 ribu ton beras, dengan kontribusi terbesar berasal dari Ngawi sebesar 27 ribu ton. Target tahun ini sebesar 77 ribu ton pun telah tercapai sekitar 50 persen, meningkat 33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menghadapi musim kemarau, Bulog tetap optimistis. Cuaca panas justru dinilai meningkatkan kualitas gabah karena menghasilkan rendemen yang lebih baik.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini