Bahanafmngawi.com – Ancaman kekeringan mulai diantisipasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi. Sebanyak 11 desa yang tersebar di lima kecamatan telah dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih apabila musim kemarau berlangsung panjang.

Namun hingga pertengahan Juli 2026, kondisi tersebut belum sampai memicu permintaan bantuan. Belum ada satu pun desa yang mengajukan permohonan distribusi air bersih kepada BPBD Ngawi.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yudha Putra, menyebut tren krisis air bersih di wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan. Keberadaan program Pamsimas dan pembangunan jaringan air bersih oleh Pemkab Ngawi dinilai turut membantu mengurangi risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

“Walaupun belum ada permintaan, kami tidak menunggu sampai masyarakat benar-benar mengalami krisis. Armada dan perlengkapan sudah kami siapkan, sehingga ketika ada laporan dari desa, bantuan bisa segera kami kirim,” kata Prila (20/07/2026)

BPBD telah menyiagakan truk tangki, tandon, hingga terpal penampung air sebagai bagian dari langkah antisipasi. Pemerintah desa di wilayah rawan juga diminta tidak menunda pengajuan bantuan apabila mulai menghadapi keterbatasan air bersih.

Selain persoalan kekeringan, kesiapsiagaan juga diarahkan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar berbagai dampak musim kemarau dapat ditekan sejak dini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini