Bahanafmngawi.com – Meningkatnya paparan informasi di era digital menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi. Orang tua diminta tidak hanya mengawasi penggunaan gawai anak, tetapi juga memperkuat komunikasi di dalam keluarga sebagai langkah utama mencegah anak terjerumus dalam perilaku seksual berisiko.

Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi, Nugraha Ningrum, menilai keluarga memiliki peran yang tidak dapat digantikan dalam membentuk karakter sekaligus memberikan perlindungan kepada anak. Menurutnya, kemudahan mengakses internet dan media sosial membuat anak rentan terpapar informasi maupun konten yang belum sesuai dengan usia mereka apabila tidak didampingi secara tepat.

“Perlindungan anak tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gawai. Yang jauh lebih penting adalah membangun hubungan yang dekat sehingga anak merasa aman untuk berdiskusi dan orang tua dapat mengetahui setiap perubahan yang terjadi,” kata Nugraha Ningrum.(28/07/2026)

Ia menjelaskan, perubahan perilaku anak sering kali menjadi tanda awal yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, orang tua diharapkan lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, mulai dari perubahan emosi, kebiasaan, hingga lingkungan pergaulannya, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini.

Selain pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi, Nugraha menyebut dinamika dalam keluarga juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi seperti kurangnya perhatian maupun perubahan struktur keluarga menjadi faktor yang perlu disikapi dengan pendampingan dan komunikasi yang baik agar tidak berdampak pada kesehatan mental anak.

“Anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Ketika komunikasi di rumah berjalan baik, risiko anak mencari pelarian di lingkungan yang salah akan semakin kecil,” ujarnya.

DP3AKB Kabupaten Ngawi terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengasuhan yang positif, perlindungan anak, dan pentingnya membangun keluarga yang harmonis. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak menghadapi tantangan perkembangan zaman, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, aman, dan berkarakter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini