Bahanafmngawi.com – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memasuki hari kelima, puluhan petugas gabungan bersama masyarakat menggelar sholat istisqa di Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Sholat ini menjadi ikhtiar memohon turunnya hujan agar kebakaran segera mereda.

Camat Jogorogo, Kusnu Heri Purwanto, mengatakan hujan sangat dinantikan masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Lawu. Selain kondisi medan yang sulit dijangkau, keterbatasan akses menjadi tantangan dalam upaya pemadaman langsung.

Menurut Kusnu, meski api belum berdampak langsung pada permukiman, aktivitas warga yang bekerja sebagai pesanggem di kawasan hutan tetap menjadi perhatian. Terutama di Desa Ngrayudan, Girimulyo, dan Talang.

“Harapan masyarakat saat ini sederhana, hujan segera turun agar kebakaran bisa mereda. Medan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman di sejumlah titik tidak mudah,” ujarnya.

Sholat istisqa tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), petugas gabungan, serta masyarakat. Di sisi lain, upaya pengendalian api terus dilakukan, salah satunya dengan membuat ilaran atau sekat bakar untuk menghambat penyebaran kebakaran.

Memasuki hari kelima, sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan Gunung Lawu wilayah Ngawi. Meski demikian, berdasarkan informasi petugas gabungan, kondisi kebakaran mulai menunjukkan penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini