Bahanafmngawi.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun sanitasi yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui program pembangunan tangki septik individu dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), Pemkab Ngawi berupaya menciptakan lingkungan permukiman yang sehat sekaligus mendukung langkah konkret penurunan angka stunting.
Pelaksanaan program pada tahun 2025 difokuskan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dengan sasaran tiga desa. Dua desa, yakni Sumengko dan Karangsono, mendapat bantuan pembangunan tangki septik individu. Sementara Desa Talang dipilih sebagai lokasi pembangunan IPAL komunal yang diharapkan mampu melayani kebutuhan sanitasi warga secara kolektif.
Kepala Bidang Permukiman DPRKP Ngawi, Pipit Dwi Herlina, menuturkan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan sanitasi dasar di tingkat rumah tangga.
“Sebanyak 38 keluarga di Desa Sumengko dan Karangsono menerima manfaat pembangunan tangki septik individu. Adapun IPAL komunal di Desa Talang dapat melayani hingga 30 sambungan rumah,” ujarnya.
Tak hanya membangun sarana baru, Pemkab Ngawi juga memperkuat sistem pendukung dengan meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Langkah ini dilakukan agar pengelolaan limbah domestik berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan dampak lingkungan. Pipit menegaskan, peningkatan layanan sanitasi merupakan bagian penting dari program prioritas daerah.
“Sanitasi yang baik berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, program ini tidak berhenti di tahun 2025 dan akan dilanjutkan pada 2026 dengan menjangkau desa-desa lainnya,” tegasnya.
Melalui penguatan infrastruktur sanitasi, Pemkab Ngawi berharap masyarakat dapat hidup di lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan demi kualitas hidup yang lebih baik.(Ehr)






