Bahanafmngawi.com – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang meningkat sejak akhir Februari mulai berimbas pada perjalanan ibadah umroh. Sejumlah jamaah asal Kabupaten Ngawi dilaporkan belum bisa kembali ke tanah air karena terganggunya jadwal penerbangan dari Tanah Suci.
Situasi yang melibatkan beberapa negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada operasional penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Sejumlah maskapai dilaporkan menunda hingga membatalkan penerbangan, sehingga proses pemulangan jamaah umroh ikut tertunda.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Ngawi, Masun Azali Amrullah, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya jamaah dari Ngawi yang masih berada di Arab Saudi. Namun, data pasti jumlah jamaah yang tertahan masih dalam proses pendataan karena penanganan perjalanan umroh dilakukan oleh biro perjalanan bersama Kemenhaj tingkat provinsi.
“Informasinya memang ada jamaah dari Ngawi yang masih menunggu jadwal penerbangan pulang. Saat ini kami masih menunggu laporan resmi dari biro perjalanan dan Kemenhaj provinsi terkait jumlah pastinya,” kata Masun.
Ia meminta jamaah yang masih berada di Tanah Suci agar tetap mengikuti arahan dari pihak biro perjalanan masing-masing sembari menunggu situasi penerbangan kembali normal.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau biro perjalanan umroh untuk menunda sementara jadwal keberangkatan jamaah hingga kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai lebih stabil. (Ehr)






