Bahanafmngawi.com – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono angkat bicara terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di wilayahnya. Pada 24 Maret 2026, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Pertamina telah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurut Ony, Pertamina telah menyediakan sebanyak 69 ribu tabung LPG untuk Kabupaten Ngawi. Selain itu, distribusi juga diperkuat dengan penambahan sekitar 100 hingga 50 LPG perpangkalan
Ia menekankan pentingnya penguatan regulasi distribusi. Saat ini, setiap pangkalan diatur hanya dapat menjual maksimal 10 tabung kepada perorangan dalam sebulan dengan harga HET Rp18 ribu. Namun, terdapat tambahan biaya distribusi ke pengecer sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000.
“Masalahnya, belum ada aturan jelas terkait harga dari pengecer ke konsumen. Di sinilah celah hukum yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Ony, berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi LPG, mulai dari pangkalan, pengecer, hingga pemanfaatan sistem aplikasi dan penetapan harga. Ia berharap regulasi yang lebih tegas dan terintegrasi segera diterbitkan oleh pemerintah bersama Pertamina agar permasalahan kelangkaan dan lonjakan harga tidak kembali terulang.
“Semoga regulasi ini segera terbit, sehingga distribusi bisa lebih tertib dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan LPG dengan harga wajar,” pungkasnya.(Ehr)






