Bahanafmngawi.com – Di balik tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah, proses pengawasan kualitas darah tetap menjadi perhatian serius. Setiap kantong darah yang terkumpul harus melalui tahapan pemeriksaan ketat guna memastikan keamanan sebelum digunakan untuk kebutuhan transfusi.
Di Palang Merah Indonesia Kabupaten Ngawi, hasil skrining rutin menunjukkan adanya temuan kantong darah yang terindikasi mengandung penyakit menular setiap bulannya. Jumlahnya rata-rata sekitar satu persen dari total darah yang masuk, atau berkisar antara lima hingga sepuluh kantong darah.
PMI Kabupaten Ngawi mencatat, dalam satu bulan terdapat sekitar 1.000 hingga 1.100 pendonor yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat, khususnya di wilayah Ngawi. Seluruh darah yang diterima wajib melalui proses pemeriksaan atau skrining sesuai standar pelayanan transfusi darah.
Penanggung jawab teknis UDD PMI Ngawi, Dara Maherda Arda, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi menular lewat transfusi darah atau IMLTD.
“Setiap darah yang didonorkan wajib melalui proses skrining untuk mendeteksi infeksi menular lewat transfusi darah. Pemeriksaan ini dilakukan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2015 tentang standar pelayanan transfusi darah,” ujarnya.(02/04/2026)
Dari hasil skrining tersebut, sekitar satu persen kantong darah dinyatakan reaktif atau terindikasi mengandung penyakit menular. Kantong darah yang terdeteksi tersebut tidak akan digunakan dan langsung dimusnahkan dengan melibatkan pihak ketiga guna memastikan keamanan darah yang disalurkan kepada masyarakat.
Selain melakukan pemusnahan, PMI juga memberikan tindak lanjut kepada para pendonor yang darahnya terindikasi terinfeksi. Mereka dianjurkan untuk segera menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan di fasilitas layanan medis.
Melalui proses skrining yang ketat ini, PMI berharap kualitas dan keamanan darah yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran pendonor untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan donor darah.(Ehr)






