Bahanafmngawi.com – Gelombang investasi di wilayah Madiun Raya (termasuk Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo) terus menguat, ditandai dengan pertumbuhan industri yang pesat. Hingga September 2025, tercatat 30 perusahaan telah mengantongi izin kawasan berikat dengan total investasi fantastis mencapai Rp3 triliun.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II Agus Sudarmadi, pertumbuhan ini membawa dampak ganda yakni meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menambah pendapatan negara dari pajak dan devisa ekspor.

“ Saat ini sudah 30 perusahaat terikat dengan investasi Rp3 triliun dari tahun 2023-2025,” ujarnya

Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan 8 perusahaan baru yang sedang dalam proses pengajuan perizinan. Kehadiran industri-industri ini bukan sekadar angka, melainkan motor penggerak ekonomi riil. Salah satu contoh nyata adalah PT GFT Indonesia Investment di Kabupaten Ngawi. Beroperasi sejak Februari 2025, perusahaan produsen mainan ini langsung tancap gas dengan melakukan ekspor perdana senilai US$50 ribu, atau sekitar Rp800 juta.

“ Tidak hanya membuka peluang tenaga kerja, tetapi juga dari multiplayer effect terhadap perekonomian sekitar,” ujarnya

Pihak Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan investasi, memastikan Madiun Raya menjadi salah satu pusat industri potensial di Jawa Timur.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini