NGAWI – Program strategis nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi sorotan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Minggu (10/5/2026).
Dalam agenda tersebut, Kanang menyoroti skema penggunaan Dana Desa (DD) untuk pembangunan gedung KDMP. Menurut anggota Komisi VI DPR RI ini, penggunaan DD untuk sektor koperasi tersebut berisiko menghambat pembangunan prioritas lainnya di tingkat desa.
“Yang saya sayangkan, ketika anggaran Dana Desa dipakai untuk membangun koperasi, akhirnya ada pembangunan desa lain yang dikorbankan,” ujar Kanang.
Mantan Bupati Ngawi dua periode ini menilai pemerintah perlu mencari alternatif sumber pendanaan lain agar program KDMP tidak menjadi beban tambahan bagi anggaran desa yang terbatas.
“Itu yang menjadi pekerjaan rumah kita. Apakah ada anggaran lain di luar Dana Desa yang bisa digunakan, sehingga tidak mengorbankan pembangunan desa,” tegasnya.
Kanang mengungkapkan bahwa keluhan terkait penggunaan Dana Desa untuk KDMP jamak disampaikan oleh masyarakat maupun perangkat desa. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah pusat untuk segera mengevaluasi skema pembiayaan program tersebut.
“Kalau memang harus menggunakan APBN, mari dipilah lagi pos anggaran mana yang memungkinkan untuk mendukung program itu,” imbuh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.
Lebih lanjut, Kanang menilai program KDMP saat ini masih dalam tahap mencari bentuk model ekonomi yang ideal. Ia mempertanyakan apakah program yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan tersebut dapat sukses jika sepenuhnya dikendalikan oleh negara.
Meski memberikan catatan kritis, Kanang tetap mengajak masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa memerlukan keterlibatan seluruh elemen di bawah koordinasi pemerintah desa.
“Kebersamaan harus menjadi satu kesatuan di bawah komando desa. Kalau memang perlu gotong royong, ayo kita lakukan bersama,” ajaknya.
Menutup arahannya, Kanang meminta masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi secara terbuka. Hal ini penting agar dirinya sebagai wakil rakyat dapat memotret kondisi riil dan kebutuhan masyarakat desa secara utuh untuk diperjuangkan di tingkat pusat. (Amd)






