Bahanafmngawi.com – Ancaman kekeringan diperkirakan kembali menghantui sejumlah wilayah pada musim kemarau tahun 2026. Peringatan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi potensi kekeringan ekstrem akibat kondisi iklim pada tahun ini. Dampak dari situasi tersebut diperkirakan juga dapat dirasakan di wilayah Kabupaten Ngawi, khususnya daerah yang selama ini kerap mengalami kesulitan air bersih saat kemarau panjang.
Mengantisipasi kemungkinan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ngawi (BPBD) mulai melakukan berbagai persiapan sejak dini. Langkah yang disiapkan terutama berkaitan dengan penanganan krisis air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung, termasuk armada kendaraan operasional yang siap digunakan sewaktu-waktu.
“Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi potensi kekeringan, termasuk mobil tangki yang akan digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat apabila dibutuhkan,” terang Partoyo (30/03/2026)
Dari hasil pemetaan terbaru, BPBD mencatat ada sekitar 13 desa yang menjadi fokus perhatian dalam menghadapi potensi kekeringan tahun ini. Wilayah-wilayah tersebut sebagian besar berada di kawasan utara aliran Bengawan Solo.
Secara geografis, kondisi sumber air di daerah tersebut memang memiliki tantangan tersendiri. Beberapa sumber air yang tersedia memiliki kadar garam cukup tinggi sehingga tidak seluruhnya layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, BPBD Ngawi juga menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi untuk pembangunan jaringan pipanisasi di sejumlah titik rawan kekeringan.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga sekaligus mampu mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi pada musim kemarau mendatang.(Ehr)






