Bahanafmngawi.com – Senin (16/6/2025) menjadi hari bersejarah bagi Solikin (33), warga Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Ngawi. Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan saat rumahnya yang sebelumnya memprihatinkan akhirnya mendapat bantuan bedah rumah dari Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Timur.

Rumah peninggalan orang tua Solikin sudah tak layak huni atap bocor, dinding lapuk, pintu tak rapat, dan lantai masih berupa tanah lembap.

“ Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan bedah rumah ini. Mimpi untuk memiliki rumah yang lebih layak akhirnya dapat terwujud,” ungkap Solikin

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, memimpin langsung prosesi penyerahan bantuan tersebut. Tak hanya rumah Solikin, dua rumah lainnya di Desa Jambangan dan Desa Teguhan juga akan direnovasi. Program ini merupakan bagian dari Perkemahan Wira Karya yang disinergikan dengan Pemkab Ngawi untuk meningkatkan kualitas hunian warga miskin.

“ Hari ini kita survei di tiga titik, di rumah tidak layak huni di Sambipasar Jambangan, Kerten Teguhan, lalu Sidorejo Jeblogan. Sudah kita nyatakan layak direnovasi, di sinergikan dengan programnya Kwarda Pramuka Jawa Timur,” ujar Antok

Proses pemugaran akan dimulai 18 Juni 2025, dengan bantuan Rp35 juta per unit dari Kwarda Pramuka. Selain itu, Kwarcab Pramuka Ngawi mendampingi dua rumah di Kecamatan Kedunggalar dengan bantuan Rp20 juta, selaras dengan program RTLH Pemkab Ngawi.

“ Melalui dinas perkim ada 188 rumah yang akan kita kejar untuk prioritas tempat tinggal bagi yang lansia maupun keluarga produktif tapi huniannya masih jauh dari layak,” ujar Antok

Bedah rumah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat. Tahun ini, Pemkab Ngawi menargetkan renovasi 188 rumah bagi warga lansia dan keluarga produktif yang masih tinggal di hunian tidak layak.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini