Bahanafmngawi.com – Suasana halaman Rumah Kepatihan Ngawi di Jalan Patiunus, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, mendadak lebih hidup menjelang waktu berbuka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menggelar Raja Takjil Kepatihan, sebuah konsep ngabuburit yang mengawinkan cita rasa kuliner dengan kekayaan seni tradisi.

Sebanyak 25 pelaku UMKM lokal membuka stan jajanan takjil, menawarkan beragam menu berbuka bagi masyarakat. Di sela aktivitas jual beli, panggung budaya menghadirkan pertunjukan seni, termasuk penampilan energik Reog Ponorogo yang sukses menyedot perhatian pengunjung.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Ngawi, Cita Putri Maharini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bazar Ramadan.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang memadukan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya. UMKM bergerak, seniman tampil, masyarakat pun terhibur sambil menunggu azan magrib,” jelasnya.(24/2/2026)

Ia menambahkan, Rumah Kepatihan selama ini rutin menjadi lokasi Gelar Budaya Minggu Kliwonan. Namun selama Ramadan, konsepnya dikemas lebih santai dan merakyat melalui Raja Takjil Kepatihan.

“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk memperkenalkan Rumah Kepatihan sebagai pusat aktivitas seni dan budaya di Ngawi,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat sejak sore hari. Selain menjadi tempat favorit berburu takjil, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat denyut seni budaya daerah sekaligus mendongkrak perekonomian pelaku UMKM setempat.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini