SURABAYA – Kota Pahlawan kembali bersiap menjadi pusat perhatian dunia tenis junior. Kejuaraan Tenis Internasional ITF Widjojo Soejono International Junior Championship ke-42 akan segera bergulir, menghadirkan pertarungan sengit antara talenta-talenta muda dari berbagai belahan dunia. Ajang prestisius ini dijadwalkan berlangsung mulai 28 September hingga 5 Oktober 2025.
Turnamen yang diinisiasi oleh Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono ini bukan sekadar kompetisi biasa. Selama 42 tahun, kejuaraan ini telah menjadi salah satu barometer pembinaan tenis yunior di Indonesia dan diakui secara resmi oleh Federasi Tenis Internasional (ITF). Mengusung semangat untuk terus melahirkan petenis-petenis berkelas dunia, turnamen ini menjadi panggung ideal bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk mengasah mental dan jam terbang mereka dengan berhadapan langsung dengan lawan-lawan tangguh dari mancanegara.
Pesta Olahraga Skala Internasional
Menurut Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Pengurus Provinsi Jawa Timur, Kejuaraan Widjojo Soejono tahun ini akan menjadi ajang yang sangat meriah. Tercatat, lebih dari 500 atlet siap berkompetisi. Angka ini terdiri dari sekitar 350 atlet nasional dan lebih dari 150 atlet internasional yang datang dari 25 negara berbeda. Nama-nama negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea, Thailand, dan Australia turut mengirimkan delegasi terbaik mereka, menjadikan turnamen ini sebagai “kawah candradimuka” bagi para calon bintang tenis masa depan.
Untuk menampung seluruh pertandingan yang padat, panitia telah menyiapkan lima lokasi lapangan tenis sekaligus, yang tersebar di beberapa titik strategis di Surabaya. Pertandingan akan digelar di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya, Lapangan Tenis Marinir Gunung Sari, Lapangan Tenis PDAM Sukamanda Ngagel, Lapangan Tenis Kampus UNESA, dan Lapangan Tenis Pratama Surabaya. Penggunaan multi-venue ini menjadi bukti keseriusan panitia dalam menyukseskan gelaran berskala internasional.
Mencari Bakat Sejak Usia Dini
Berbeda dengan turnamen profesional, Kejuaraan Widjojo Soejono juga fokus pada pembinaan usia dini dengan mempertandingkan berbagai kategori umur. Mulai dari Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, 14, dan 16 Tahun, hingga puncaknya pada kategori KU 18 Tahun yang berstatus turnamen internasional. Hal ini memberikan kesempatan bagi setiap jenjang usia untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi, sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkembang.
Kesuksesan Kejuaraan Tenis ITF Widjojo Soejono International Junior Championship ke-42 tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau prestise semata, tetapi juga dari kontribusinya dalam menumbuhkan bibit-bibit unggul yang kelak akan mengharumkan nama bangsa di kancah tenis dunia. Seperti yang selalu digaungkan oleh penyelenggara: “Sukses Organisasi, Sukses Prestasi.” (RFF)






