Bahanafmngawi.com – Bangunan Rumah Ramah Sosial (shelter) milik Pemerintah Kabupaten Ngawi yang berlokasi di Jalan Ngawi–Caruban kini menyisakan keprihatinan. Fasilitas yang disiapkan sebagai tempat singgah sementara bagi kelompok masyarakat rentan itu dilaporkan mengalami kerusakan dan tak lagi dimanfaatkan secara optimal.
Secara kasat mata, bagian luar shelter masih terlihat cukup baik. Namun kondisi berbeda tampak di bagian dalam bangunan. Sejumlah dinding mengalami retakan, sementara plafon di beberapa ruangan rusak hingga jebol, menandakan bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Ngawi, Akhmad Sufandi, mengakui adanya kerusakan pada fasilitas tersebut. Ia menyebut kondisi bangunan yang tidak layak pakai menjadi kendala dalam penanganan berbagai kasus sosial.
“Shelter ini seharusnya berfungsi sebagai tempat singgah sementara sebelum dilakukan langkah penanganan lanjutan,” katanya (16/12/2025)
Sufandi menjelaskan, idealnya anak terlantar, lansia terlantar, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dapat ditempatkan sementara di shelter sebelum dirujuk ke panti milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Namun karena bangunan tidak dapat difungsikan, petugas terpaksa menempuh prosedur lain.
“Kami berupaya menelusuri identitas terlebih dahulu untuk dikembalikan ke keluarga. Jika tidak ditemukan, langsung kami rujuk ke panti Dinsos Jatim atau Balai Pelayanan Sosial PMKS,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi shelter tersebut melalui perbaikan fasilitas dan dukungan anggaran, sehingga pelayanan serta rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan di Kabupaten Ngawi dapat berjalan lebih maksimal.(Ehr)






