Bahanafmngawi.com –  Upaya perbaikan sejumlah sekolah di Kabupaten Ngawi tahun 2025 menghadapi kendala besar. Tujuh paket rehabilitasi gedung sekolah dipastikan batal dilelang, membuat proses peningkatan keamanan sarana pendidikan tertunda dan menuntut pihak sekolah lebih berhati-hati dalam menjalankan kegiatan belajar.

Paket yang gagal lelang tersebut mencakup lima SMP yakni SMPN 2 Jogorogo, SMPN 3 Sine, SMPN 3 Paron, SMPN 1 Bringin, dan SMPN 2 Kasreman, serta dua SD, yakni SDN Bangunrejo Kidul 5 Kedunggalar dan SDN Sidolaju 4 Widodaren.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, menegaskan bahwa tidak ada faktor eksternal yang menghambat proses tersebut, melainkan murni karena peserta lelang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

“Peserta lelang tidak memenuhi persyaratan, itu sebabnya paket ini dinyatakan gagal,” jelasnya.

Tahun ini, Dikbud Ngawi mengalokasikan paket konsolidasi perbaikan untuk 36 sekolah dengan total anggaran Rp3,6 miliar. Namun dari total itu, tujuh sekolah senilai sekitar Rp703 juta belum tersentuh proses pengerjaan karena kegagalan lelang.

Zainal menambahkan bahwa peluang penunjukan langsung tidak dapat ditempuh, mengingat batas waktu anggaran yang kian mepet serta kondisi cuaca yang kurang mendukung, terutama karena mayoritas kerusakan berada pada bagian atap yang rawan saat hujan.

“Akhir tahun anggaran tidak memungkinkan penunjukan langsung. Ditambah risiko cuaca, sehingga tidak bisa dipaksakan,” terangnya.

Untuk menjaga keselamatan siswa, ia mengimbau sekolah sementara memindahkan aktivitas ke ruang lain yang masih layak, serta tidak menggunakan gedung yang mengalami kerusakan berat.

Sebagai langkah percepatan, Dikbud merencanakan lelang dini pada akhir tahun 2025 agar pekerjaan dapat dimulai lebih cepat pada awal 2026.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini