Bahanafmngawi.com  – Belanja pegawai yang terus membengkak menjadi sorotan tajam Pemkab Ngawi. Saat ini, anggaran untuk pegawai menggerus 40 persen postur APBD. Kondisi itu dinilai membebani ruang fiskal daerah dan berisiko menghambat program pembangunan lainnya.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, bergerak cepat. Ia menargetkan dalam dua tahun ke depan, porsi belanja pegawai ditekan hingga 30 persen. Strateginya memanfaatkan gelombang pensiun massal aparatur sipil negara (ASN) yang akan terjadi. Lebih dari 1.500 ASN akan memasuki masa pensiun pada periode 2026–2027.

“ Struktur dari belanja pegawai kita saat ini masih 40 persen, diharapkan di tahun depan bisa menjadi 30 persen,” ujar Ony, Senin (17/6).

Langkah ini akan diikuti dengan kebijakan penundaan rekrutmen. Pemkab memastikan tidak akan menambah formasi CPNS tahun depan. Menurut Ony, jumlah ASN saat ini masih mencukupi untuk mendukung operasional pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“ Untuk tahun depan kita tidak akan menambah lagi untuk CPNS, dengan formasi itu insyallah kita optimis bisa 30 persen,” ujarnya

Dengan ruang fiskal yang lebih longgar, Pemkab berharap bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Tanpa menghambat pelayanan kepada masyarakat.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini