Bahanafmngawi.com – Meski sedang musim kemarau, hujan deras dan angin kencang justru masih sering terjadi di wilayah Ngawi. Fenomena ini dikenal sebagai kemarau basah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mengimbau warga untuk tetap siaga.
Kepala BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra, menjelaskan bahwa kemarau tahun ini tidak kering seperti biasanya. Meskipun suhu pada siang hari terasa panas, hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi turun pada sore hari. Ia menekankan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana.
Beberapa kejadian akibat cuaca ekstrem sudah dilaporkan, mulai dari rumah roboh di Paron, pohon tumbang, hingga tanah longsor di wilayah perbukitan.
“ Di musim kemarau basah ini masih disertai angin kencang, kemarin di Paron ada satu rumah roboh, kondisi rumah memang sudah tua. Tapi masyarakat harus tetap waspada, akan terjadi hujan disertai angin,” ujarnya
Untuk antisipasi, BPBD telah menyiagakan 25 tim relawan di seluruh kecamatan. Warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon saat hujan, memeriksa kondisi rumah, dan segera melapor jika terjadi bencana.
“ Ada 25 kelompok yang tersebar di seluruh Kabupaten Ngawi dan kita siap menangani bencana yang ada di Ngawi,” ujarnya
Di tengah cuaca yang tak lagi bisa ditebak hanya dari pergantian musim, kewaspadaan menjadi perlindungan terbaik. BPBD Ngawi mengimbau warga untuk tidak hanya bergantung pada prakiraan cuaca, tetapi juga menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan dengan sikap sigap dan hati-hati.(Ehr)





