Bahanafmngawi.com –  Pemerintah Kabupaten Ngawi terus tancap gas memenuhi kebutuhan air bersih warga. Hingga 2024, 211 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah dibangun dan melayani 138 desa, menjangkau 31.222 rumah.

Menurut Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi, Pipit Dwi Herlina pekerjaan belum selesai. Masih ada 79 desa dengan lebih dari 19 ribu rumah yang belum tersentuh layanan. Kendala utama yakni minimnya cekungan air tanah (CAT). Tapi Pemkab tak menyerah. Solusinya dengan pipanisasi lintas desa dari sumber air yang lebih potensial.

“ Jadi kita sudah melakukan intervensi di daerah-daerah kekeringan.kita kolaborasi dengan system yang sudah ada,” ujarnya

Tak hanya SPAM, program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). juga jadi andalan. Fokusnya, wilayah rawan kekeringan. Tahun ini, Rp 1 miliar dari DAU digelontorkan demi memperluas distribusi di tiga desa prioritas.

“ System yang ada di daerah-daerah yang potensi airnya tinggi, untuk dibawa ke daerah-daerah non CAT,” ujarnya

Dengan langkah nyata dan strategi berkelanjutan, Pemkab Ngawi membuktikan bahwa krisis air bukan untuk dikeluhkan, tapi dituntaskan. Air bersih bukan sekadar aliran, tapi harapan yang kini mengalir dari desa ke desa.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini