Bahanangawi.com – Ribuan pasang mata tumpah ruah di jalan utama Kota Ngawi pada Sabtu malam (23/08/25). Suara musik mengalun, cahaya lampu sorot menari, dan tepuk tangan bergemuruh menyambut satu per satu peserta Ngawi Specta Carnival 2025 yang tampil memukau.

Mengusung tema “Selaras (Bertani dengan Hati, Berbudaya dengan Aksi)”, karnaval malam tahun ini menghadirkan perpaduan yang unik antara busana kreasi, tarian, dan pertunjukan seni bernuansa pertanian serta budaya khas Ngawi. Bukan sekadar tontonan, tetapi juga ungkapan rasa syukur dan kebanggaan masyarakat Ngawi atas kekayaan alam dan budayanya.

Sebanyak 17 grup peserta dari SMP, SMA, instansi, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian. Mereka tampil dengan kostum penuh warna, hiasan unik bertema padi, kerbau, hingga ornamen tradisi, dikombinasikan dengan koreografi yang energik. Penonton bersorak ketika tiap kelompok menampilkan teatrikal yang membawa pesan harmoni antara alam dan manusia.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, secara resmi membuka acara dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, ia mengaku bangga dengan kreativitas warganya yang terus tumbuh, meski dalam keterbatasan anggaran.

“Karnaval ini adalah bukti bahwa kreativitas tak bisa dibatasi. Dengan semangat gotong royong, masyarakat mampu menghadirkan suguhan yang indah dan membanggakan. Inilah cara kita mengisi kemerdekaan sekaligus merayakan Hari Jadi Ngawi ke-667 dengan penuh rasa syukur,” ujar Bupati Ony, disambut tepuk tangan penonton.

Suasana malam itu benar-benar semarak. Anak-anak kecil tampak berdecak kagum melihat busana berkilauan, remaja sibuk mengabadikan momen dengan ponselnya, sementara orang tua tersenyum bangga melihat anak-anak mereka tampil percaya diri.

Lebih dari sekadar hiburan, Ngawi Specta Carnival menjadi panggung kebersamaan. Ia menyatukan pemerintah, seniman, pelajar, hingga masyarakat umum dalam satu energi yang sama: menjaga budaya, merawat pertanian, dan memupuk identitas Ngawi sebagai daerah yang kreatif sekaligus berakar kuat pada tradisi.

Dengan antusiasme yang begitu tinggi, gelaran ini diharapkan terus berlanjut setiap tahun, menjadi magnet wisata sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri.

Malam itu, Ngawi benar-benar bersinar – tidak hanya oleh cahaya lampu karnaval, tetapi juga oleh semangat kebersamaan yang hangat dan penuh warna.
Sementara Retno salah satu warga desa Sragen yang rela nonton bersama keluarga mengaku senang dengan tampilan Ngawi Specta, pasalnya tidak hanya penyelenggara pihak petugas juga sangat profesional dalam penangangan kemacetan saat kegiatan berlangsung. (Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini