Bahanafmngawi.com – Pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Ngawi masih belum optimal. Hingga awal Agustus 2026, jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD baru sekitar 5 persen dari total penduduk wajib memiliki KTP elektronik, atau masih jauh dari target nasional yang dipatok sebesar 30 persen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ngawi, Noor Hasan Muntaha, mengatakan rendahnya capaian tersebut dipengaruhi masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat IKD dalam layanan pemerintahan.

“Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa IKD nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengakses berbagai layanan publik. Karena itu, kami terus memperluas sosialisasi agar masyarakat memahami manfaatnya dan segera melakukan aktivasi,” ujar Hasan.(05/08/2026)

Sebagai langkah percepatan, Dispendukcapil telah mengirimkan surat kepada seluruh kecamatan untuk diteruskan ke pemerintah desa agar aktif mengedukasi masyarakat. Selain itu, setiap warga yang datang mengurus administrasi di Mal Pelayanan Publik juga diarahkan untuk mengaktifkan IKD secara langsung.

Hasan menjelaskan, Identitas Kependudukan Digital akan semakin berperan dalam sistem pelayanan publik berbasis digital. Ke depan, IKD akan terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga layanan administrasi lainnya melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Berdasarkan data Dispendukcapil, jumlah penduduk Kabupaten Ngawi yang wajib memiliki KTP elektronik mencapai sekitar 715 ribu jiwa dari total populasi sekitar 910 ribu jiwa. Dengan target aktivasi nasional sebesar 30 persen, sedikitnya sekitar 200 ribu warga diharapkan telah mengaktifkan IKD.

Melalui sosialisasi yang semakin masif dan pelayanan jemput bola, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis jumlah pengguna IKD akan terus meningkat sehingga target nasional dapat tercapai sekaligus mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan yang lebih praktis, aman, dan berbasis digital.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini