Bahanafmngawi.com – Jembatan Bangon di ruas Jalan Ngawi–Caruban kini menjadi zona bahaya yang menjamin keselamatan pengguna jalan. Kondisi infrastruktur vital saat ini memburuk, ditandai dengan sedikitnya empat lubang parah yang menganga. Yang paling terpengaruh, salah satu lubang telah jebol total, menampilkan kerangka besi penyangga jembatan yang seharusnya tertutup aspal.
Kerusakan ini termasuk memburuk dalam dua pekan terakhir, dengan tingginya intensitas hujan diduga menjadi pemicu percepatan keropos permukaan. Warga setempat, Prapto, mengungkapkan bahwa kerugian terbesar ditanggung oleh pengendara dari luar daerah.
“Yang terperosok kebanyakan kendaraan di luar daerah. Sering terjadi malam hari karena minim penerangan,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, seluruh kerusakan parah masing-masing dua di sisi kanan dan dua di sisi kiri terkonsentrasi di bagian barat jembatan. Meski tanda bahaya berupa lingkaran putih sudah diberikan, risiko kecelakaan tetap tinggi mengingat Jembatan Bangon merupakan jalur utama yang padat dilewati truk berat, mobil, dan sepeda motor dari berbagai daerah.
Menganggapi keluhan pengguna jalan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, Mohammad Sadli, menjelaskan bahwa penanganan Jembatan Bangon berada di bawah kewenangan nasional, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pusat terkait kerusakan ini.
“Kita mengetahuinya setelah muncul di media sosial langsung kita koordinasikan dengan pihak nasional. Sampai saat ini belum ada informasi dari nasional untuk pembenahan, kita sudah memberikan tanda-tanda bahaya,” tegas Sadli (19/11/2025)
Dengan belum adanya kepastian perbaikan dari pusat, jembatan yang menghubungkan Caruban–Ngawi ini terus menjadi perangkap yang menghantui ribuan pengguna jalan setiap hari. Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati saat melintasi kawasan Jembatan Bangon, terutama saat malam hari.(Ehr)






