Bahanafmngawi.com – Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang seharusnya diterima ratusan lembaga guru madrasah diniyah (Madin) di Kabupaten Ngawi, kini sudah dua tahun tersendat. Kondisi ini membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Ngawi angkat bicara.

Ketua GP Ansor Ngawi, Helmi Masulin , mendesak pemerintah daerah untuk segera mencairkan dana tersebut. Ia khawatir, kemacetan bantuan ini dapat mengancam kesejahteraan para guru.

“ Bosda Madin sudah dua tahun macet. Dan Ansor harus berperan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan kelangsungan guru-guru di madrasah,” kata Helmi.

Menurut Helmi, peran guru Madin sangat penting sebagai ujung tombak pendidikan moral dan akhlak masyarakat. Keberadaan 320 lembaga Madin di Ngawi yang terdiri dari 263 madrasah ula dan 57 madrasah wustho menjadi benteng penting dalam menjaga karakter masyarakat.

Helmi juga mengingatkan pemerintah agar tidak pilih kasih dalam mengelola pendidikan. Ia menekankan, pendidikan nonformal seperti Madin juga harus mendapat dukungan penuh.

“ Pemerintah segera merealisasikan bosda madin, lembaga pendidikan jangan ada persepsi hanya lembaga pendidikan formal saja yang diurus oleh pemerintah daerah. Pendidikan nonformal melalui madrasah diniyah, pemerintah daerah juga harus hadir dan didukung secara penuh,” tegasnya.

GP Ansor Ngawi berharap, pada tahun 2026 mendatang dana Bosda Madin sudah dapat tersalurkan sepenuhnya.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini