Bahanafmngawi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mengambil langkah pemberantasan Tuberkulosis (TBC), penyakit menular yang menempatkan Indonesia sebagai beban kasus tertinggi kedua di dunia. Fokus utama kini diarahkan ke Lapas Kelas IIB Ngawi, yang merupakan wilayah berisiko tinggi penularan.

Kepala Bidang Yankes UKM dan UKP Dinkes Ngawi, Retno Dewi Sulistiorini , menyatakan bahwa Dinkes bekerja sama dengan Puskesmas Ngawi akan menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC secara masif.

“ Warga binaan Lapas ini tentu menjadi salah satu warga yang berisiko terpapar TBC,” ujar Retno.

Program deteksi ini dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2025 dengan intervensi utama pemeriksaan X-Ray Dada dan pengambilan sampel dahak bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan penghapusan TBC, sejalan dengan kebijakan Presiden dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan.

Harapannya, melalui pencarian kasus aktif ini, setiap temuan TBC dapat segera ditata laksana dan diobati sampai sembuh, sehingga Lapas Ngawi dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari TBC. Komitmen Lapas dalam meningkatkan layanan kesehatan ini juga mendapat pemantauan langsung dari tim kesehatan Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini