Bahanafmngawi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi menyoroti stagnasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan. Minimnya inovasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengembangkan sumber pendapatan disebut menjadi penyebab utama, terutama saat dana transfer pusat terus mengalami penurunan.

Situasi keuangan daerah makin tertekan setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD. Kebijakan tersebut membuat sejumlah OPD harus memangkas berbagai kegiatan akibat keterbatasan anggaran.

Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, menilai beberapa sektor strategis masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ia mencontohkan sektor perikanan yang hanya menargetkan PAD sebesar Rp36 juta dalam satu tahun.

“Target sebesar itu menunjukkan bahwa potensi daerah belum digarap maksimal. Banyak celah yang sebenarnya bisa dikembangkan,” ujarnya.

Yuwono menjelaskan, salah satu peluang yang bisa dioptimalkan adalah pengembangan budidaya ikan. Menurutnya, Balai Benih Ikan (BBI) tidak harus terpaku pada aktivitas pembibitan semata. Produksi ikan konsumsi dinilai memiliki potensi pasar yang besar dan jika dikelola secara modern, hasil penjualannya bisa menjadi sumber PAD baru.

“OPD harus lebih kreatif. Kami berharap muncul terobosan-terobosan baru untuk menambah PAD tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui evaluasi menyeluruh dan penguatan kolaborasi antar OPD, DPRD Ngawi berharap potensi lokal yang selama ini kurang tersentuh dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini