Bahanafmngawi.com – Suasana sore yang semula tenang di Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi, mendadak berubah ricuh. Di tengah gerimis yang turun tipis, pusaran angin muncul dari arah persawahan dan dalam hitungan menit menghantam permukiman warga.

Terjangan angin puting beliung itu mengakibatkan sedikitnya 45 rumah di dua RT mengalami kerusakan. Bagian atap menjadi yang paling terdampak yakni genteng berjatuhan, rangka kayu patah, dan sebagian beterbangan terbawa angin. Sejumlah pohon tumbang dan ada pula kandang ternak yang roboh tertimpa batang pohon.

Perangkat desa setempat, Hari Mahmudi, mengungkapkan warga sebenarnya sudah sempat menyadari tanda-tanda alam sebelum kejadian.

“Beberapa orang melihat pusaran angin berputar di langit, yang biasa disebut ‘cleret tahun’. Kami tidak menyangka arahnya langsung ke permukiman. Begitu angin menguat, warga langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman,” jelasnya (03/03/2026)

Meski kerusakan cukup luas, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun beberapa keluarga terpaksa meninggalkan rumahnya sementara waktu karena kondisi bangunan tidak lagi layak ditempati.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngawi bersama unsur TNI dan Polri telah berada di lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu pembersihan material yang berserakan. Pendataan kerugian masih terus dilakukan guna memastikan penanganan lanjutan bagi warga terdampak.

BPBD pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, mengingat perubahan angin dan curah hujan tinggi masih berpeluang memicu bencana serupa di sejumlah wilayah Ngawi.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini