Bahanafmngawi.com – Bahanafmngawi.com – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan resmi ditetapkan Pertamina sebesar Rp18.000 per tabung. Namun di lapangan, masyarakat kerap menemukan harga jauh lebih tinggi, bahkan tembus hingga Rp25.000 per tabung di tingkat pengecer.

Kami menduga ini terjadi karena meningkatnya konsumsi akibat maraknya usaha ekonomi baru seperti pedagang kaki lima, angkringan, dan pelaku UMKM lainnya. Beberapa bahkan bisa menghabiskan hingga dua tabung gas per hari,” ungkap Nilam saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Menghadapi kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi dalam dua pekan terakhir, pengawasan distribusi di seluruh pangkalan Kabupaten Ngawi diperketat melalui koordinasi aktif lintas instansi, memastikan pasokan tetap lancar tanpa pengurangan stok dari Pertamina, bahkan di hari besar sekalipun.

Kami rutin berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Bahkan saat tanggal merah dan hari besar, stok dari Pertamina justru ditambah. Tidak ada pengurangan ataupun keterlambatan suplai dari Pertamina,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menampik adanya potensi permainan harga di tingkat pengecer, yang menjadi salah satu penyebab harga elpiji melebihi HET di masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar membeli elpiji di pangkalan resmi yang terdaftar dan

Dengan langkah pengawasan yang intens dan dukungan teknologi, diharapkan masyarakat bisa kembali mendapatkan gas elpiji 3 kg dengan harga yang wajar dan sesuai HET.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini