Bahana_Ngawi – Diungkapkan oleh Yadi Ketua DPD LDII Ngawi Kendati ekonomi masih lesu pasca pandemi COVID-19, dan munculnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tetapi tidak menyurutkan semangat warga LDII Kabupaten Ngawi mewujudkan penyembelihan hewan kurban serta membatu roda perekonomian capai 3 Milyar. Selasa (120622)

“Secara pribadi, saya  sangat mengapresiasi dengan semangat warga LDII untuk melakukan penyembelihan hewan kurban. Semua karena termotivasi bahwa penyembelihan qurban menjadi ibadah yang paling dicintai Allah SWT pada tanggal 10 Zulhijah,”ungkap  Ketua DPW LDII Ngawi, Yadi ketika ditemui awak media di sela-sela pembagian daging kurban.

Ia mengakui, sebenarnya saat ini sedang ada wabah PMK, dan hampir ada kenaikan harga sapi di tingkat peternak, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para warga LDII. Mendasar dengan niat ibadah terdiri dari 59 PAC dan 19 PC yang tersebar di seluruh Kabupaten Ngawi, sejak setahun lalu telah menghimpun dana dengan cara menabung maupun pribadi untuk mewujudkannya. Dari hasil tersebut terkumpul 120 ekor sapi dan 113 ekor kambing, apabila di nominalkan harga sapi dengan rata-rata  25 juta dan kambing 2,5 juta capai 3.3 M.    

“Qurban ini berasal dari dana tambungan dan pribadi warga LDII, terkumpul 120 ekor sapi dan 113 ekor kambing bila dinominalkan setara 3,3 M,” tambahnya.

Bahkan lanjut dia, dampak pandemi yang mengganggu ekonomi selama 2 tahun terakhir ini, semoga dengan adanya perputaran pembelian hewan ternak yang mencapai milyaran di Kabupaten Ngawi. Sedikit membantu peningkatan kesejahteraan peternak dan perekonomian pasca pandemic Covid-19.

“Warga LDII yang berada sampai dipelosok-pelosok desa diharapkan memberikan dampak luar biasa bagi warga sekitar,” jelasnya.

Dari jumlah hewan ternak yang dikurbankan tahun ini, meningkat 5,6% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2021, mengalami kenaikan sekitar 5,6 persen” jelasnya.

Motivasi lain yang turut menyemangati warga LDII adalah kurban ini memberikan multiefek yakni meningkatkan gisi kepada masyarakat dan sekaligus edukasi tentang kurban berwawasan lingkungan saat dan pasca penyembelihan hewan kurban.

“Selain meningkatkan gisi masyarakat dengan tambahan protein hewani,   edukasi berkurban berwawasan lingkungan juga di terapkan oleh warga LDII  yakni tidak meninggalkan bau dan kotoran yang biasanya setelah dilaksanakan penyembelihan kurban,”tegasnya. (ard)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini