Bahanafmngawi.com – Produksi padi di Kabupaten Ngawi periode Mei hingga Agustus 2025 mencatat hasil menggembirakan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi melaporkan surplus lebih dari 5.800 ton gabah kering giling (GKG) dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi, M. Hasan Zunairi, menjelaskan luas panen padi pada periode tersebut mencapai 45.643 hektare, meningkat 2.393 hektare dari tahun 2024. Kenaikan ini turut mendorong produksi padi dari 270.226 ton GKG menjadi 276.082 ton GKG, atau bertambah 5.855 ton.
“ Di Kabupaten Ngawi alhamdulillah ada kenaikan daripada tahun 2024, ada surplus sekitar 2.393 hektare,” ujarnya (10/09/2025)
Hasan menuturkan, percepatan masa tanam yang merupakan program pemerintah menjadi faktor utama peningkatan hasil panen. Antusiasme petani juga tinggi, didukung harga pembelian pemerintah yang naik serta program ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) yang membantu menjaga kesuburan tanah dan ekosistem pertanian.
“ Tahun lalu sekitar 270.226 ton GKG, saat ini mencapai 276.082 ton GKG, ada surplus 5.855 ton GKG,” ujarnya
Inovasi kebijakan dan semangat petani disebut sebagai kunci keberhasilan surplus padi di Ngawi tahun ini.(Ehr)






