Bahanafmngawi.com – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 48 menggelar pelatihan budidaya cacing sutra (Tubifex sp.) bagi warga Desa Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk menyediakan alternatif pakan alami dan berkelanjutan bagi benih lele, yang selama ini masih bergantung dari luar daerah.
Bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Ngawi dan pemerintah desa setempat, pelatihan berlangsung secara interaktif. Warga diajarkan mulai dari pembuatan media budidaya, fermentasi pakan, hingga teknik pemberian pakan dan pemanenan cacing sutra.
Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah pemanfaatan ampas tahu yang difermentasi dengan EM4 dan molase sebagai pakan utama. Selain efisien, metode ini meningkatkan daya simpan dan nilai nutrisi. Media budidaya dibuat dari lumpur sawah dan kolam lele, dikombinasikan dengan sistem air resirkulasi untuk menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan cacing.
“Ini langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pakan dari luar daerah, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujar Yudha Bangkit, perwakilan Dinas Perikanan Ngawi yang juga alumni UB
Warga pun menyambut baik inisiatif ini. Salah satu peserta pelatihan, Bambang, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN Universitas Brawijaya dan berharap ilmu yang diberikan dapat membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat Jogorogo.
“ Terima kasih kepada kakak-kakak KKN Universitas Brawijaya. Semoga ilmu yang dibagikan membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Jogorogo,” ungkap Bambang (11/08/2025)
Sebagai tindak lanjut, warga membentuk komunitas peternak cacing sutra yang akan dibina oleh BUMDes Jogorogo dalam program ketahanan pangan desa. Selain memperkuat kemandirian lokal, inisiatif ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek ekonomi inklusif, konsumsi berkelanjutan, dan pelestarian ekosistem perairan.(Ehr)






