Bahanafmngawi.com – Dalam upaya menindaklanjuti visi dan misi Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Nugrahaningrum, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.
“Stunting adalah misi besar Pak Bupati. Alhamdulillah, kita sudah menunjukkan hasil. Tahun 2023 angka stunting kita 14%, dan pada 2024 turun menjadi 11,4%,” ujar Nugrahaningrum.
Penurunan ini, menurutnya, bukan sekadar angka, tetapi menandakan arah kebijakan yang kini lebih menitikberatkan pada pencegahan daripada penanganan.
“Kita tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi berusaha menuju zero new stunting tidak munculnya kasus stunting baru,” tegasnya.
Pendekatan kini difokuskan pada pencegahan sejak hulu, dimulai dari remaja dan calon pengantin melalui edukasi dan pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Nugrahaningrum menekankan pentingnya memastikan ibu hamil memiliki LILA di atas 23,5 cm guna mencegah kekurangan energi kronis yang dapat menyebabkan stunting.
Upaya ini tidak berjalan sendiri. DP3AKB menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader PKK, kader KB, dan bidan desa. Sinergi tiga unsur ini di lapangan menjadi ujung tombak dalam pendampingan dan edukasi keluarga, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
“ TPK tim pendamping keluarga (kader PKK, kader KB, bidan desa setempat) dengan tiga unsur ini sehingga sesuai dengan tupoksinya,” ujarnya
Dengan strategi menyeluruh dan kolaboratif ini, Kabupaten menatap optimis masa depan generasi sehat yang bebas stunting.(Ehr)






