Bahanafmngawi.com – PT. GFT Indonesia, perusahaan investasi yang berlokasi di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, secara resmi memulai ekspor perdananya pada Kamis, 11 September 2025. Momen bersejarah ini menandai babak baru bagi pertumbuhan investasi di wilayah Kabupaten Ngawi.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, menyambut baik hal ini. Menurutnya, kehadiran GFT adalah sinergi penting antara ketahanan pangan dan investasi yang bisa menjadikan Ngawi terdepan. Saat ini, perusahaan telah menyerap 1.500 pekerja dan berpotensi mencapai 7.000 pekerja ketika beroperasi penuh, yang diharapkan dapat menekan angka pengangguran.
“ Semoga ini bisa memberikan lapangan pekerjaan yang luas di Kabupaten Ngawi. Bersama-sama membangun ekonomi dan peradaban yang baik,” ujarnya
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II Agus Sudarmadi, mengungkapkan kekagumannya terhadap kecepatan pembangunan pabrik yang hanya memakan waktu tujuh bulan. Ekspor perdana ini senilai sekitar Rp 800 juta, dan GFT diproyeksikan menjadi salah satu eksportir terbesar. Diharapkan, kehadiran GFT dapat mendongkrak posisi Indonesia dalam industri mainan dunia, yang saat ini berada di peringkat 16.
“ Ketika izin kita berikan izin di Februari mereka melakukan pembangunan yang luar biasa cepat sekali, dalam waktu 7 bulan sudah bisa melakukan produksi,” ujar Agus
PT. GFT Indonesia menyumbang Rp 600 miliar dari total investasi di Ngawi yang mencapai hampir Rp 2,7 triliun tahun ini. Produknya yang berorientasi ekspor tidak hanya menambah devisa negara, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) positif bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi lokal seperti kuliner, kos-kosan, dan bengkel diperkirakan akan meningkat seiring naiknya daya beli karyawan.(Ehr)





