Bahanafmngawi.com – Sebanyak 500 hektare tanaman tembakau di Kabupaten Ngawi dipastikan gagal panen akibat dampak musim kemarau basah tahun ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat banyak petani terpaksa beralih kembali menanam padi pada musim tanam 2025.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, menyebut sejak awal musim tanam, luas lahan tembakau diperkirakan mencapai 1.500 hingga 1.700 hektare. Namun, sekitar 500 hektare di antaranya rusak parah lantaran curah hujan masih tinggi meski sudah memasuki kemarau.

“ Hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir membuat petani kelimpungan. Tidak sedikit tembakau yang rusak, bahkan sebagian yang sudah mendekati panen ikut gagal karena tergenang air,” jelas Sojo, Senin (22/9).

Ia menambahkan, kondisi ini juga diperburuk oleh pembukaan pintu air waduk untuk mengairi sawah. Aliran air tersebut ikut menggenangi lahan tembakau, sehingga banyak tanaman rusak. Akibatnya, sekitar 500 hektare lahan yang semula ditanami tembakau akhirnya dialihkan ke padi.

“ Soal ketertarikan petani terhadap tembakau sebenarnya semakin meningkat karena tanaman ini tidak membutuhkan banyak air. Tapi musim tahun ini cuacanya sulit diprediksi, sehingga banyak yang akhirnya merugi,” lanjutnya.

Dari total lahan yang ada, APTI mencatat sekitar 1.000 hektare tembakau masih bisa dipanen, sedangkan 500 hektare lainnya dipastikan gagal panen dan dialihkan ke padi. Kondisi ini menjadi pukulan bagi petani tembakau di Ngawi yang sebelumnya berharap musim tanam 2025 membawa hasil lebih baik. Meski demikian, mereka tetap berusaha bertahan dengan beralih ke tanaman padi agar tidak mengalami kerugian lebih besar.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini