Bahanafmngawi.com – Jembatan Kendung di atas Sungai Bengawan Madiun kembali menyita perhatian publik. Dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun 2025, dua kasus bunuh diri tercatat terjadi di jembatan yang terletak di Kecamatan Kwadungan, Ngawi, itu.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, angkat bicara. Menurutnya, kejadian berulang ini merupakan peringatan serius, baik terkait aspek fisik jembatan maupun kesehatan mental masyarakat.

“ Ini suatu hal yang memprihatinkan, dalam waktu yang berdekatan ada tiga kejadian, kami akan koordinasikan, terkait dengan fisik jembatan agar meminimalisir kegiatan bunuh diri,” tegas Deni (2/6/2025)

Deni menyebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Selain wacana penambahan pagar pengaman di jembatan, upaya serius juga akan difokuskan pada penguatan layanan kesehatan jiwa.

“ Kami juga akan berkoordinasi dengan mental health, kalau jembatannya baik tapi mental atau kesehatan jiwanya terganggu, maka akan terjadi ditempat lain,” tambahnya.

Langkah cepat dan sinergis diharapkan mampu menghentikan rentetan tragedi, dan mengembalikan fungsi jembatan sebagai penghubung, bukan tempat penghabisan harapan.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini