Bahanafmngawi.com – Memasuki tahun ajaran baru, proses penerimaan siswa di Kabupaten Ngawi resmi dimulai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP dengan mekanisme pendaftaran berbasis daring.
Pelaksanaan SPMB tahun ini menyediakan empat jalur penerimaan yang dapat dipilih calon peserta didik sesuai ketentuan yang berlaku. Tahapan pendaftaran dibuka mulai 2 Juni 2026 melalui jalur prestasi dan seluruh proses seleksi dijadwalkan selesai pada 18 Juni 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, mengatakan pola pelaksanaan SPMB masih menggunakan skema seperti tahun sebelumnya. Kuota penerimaan dibagi melalui jalur prestasi sebesar 35 persen, afirmasi 20 persen, domisili 40 persen, serta mutasi 5 persen.
“Pembagian jalur ini tetap kami pertahankan karena bertujuan menciptakan pemerataan siswa di seluruh sekolah dan memberi kesempatan yang adil bagi semua peserta didik,” ujar Zainal.(02/06/2026)
Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini masih melekat di masyarakat. Menurutnya, setiap sekolah memiliki peran dan kualitas layanan pendidikan yang sama dalam mendukung perkembangan peserta didik.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa semua sekolah memiliki potensi yang sama. Tidak ada lagi istilah sekolah favorit, karena yang terpenting adalah bagaimana sekolah memberikan layanan pendidikan terbaik,” katanya.
Selain pemerataan, sistem empat jalur dinilai efektif untuk mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu sekaligus memaksimalkan pemanfaatan ruang belajar yang tersedia di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
Data Dikbud Ngawi mencatat jumlah lulusan SD pada 2026 mencapai sekitar 7.600 siswa. Sementara kapasitas penerimaan siswa baru tingkat SMP, baik negeri maupun swasta, mencapai kurang lebih 9.300 kursi.
Dengan jumlah daya tampung yang lebih besar dibanding lulusan SD, peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP di Kabupaten Ngawi dipastikan masih sangat terbuka. Kondisi tersebut diharapkan mampu memberi rasa tenang bagi orang tua maupun calon peserta didik dalam menghadapi proses SPMB tahun ini.






