Bahanafmngawi.com – Fasilitas air siap minum di kawasan Alun-Alun Ngawi dipastikan tetap hadir untuk masyarakat, meski lokasinya akan dipindahkan sementara. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi mengambil langkah tersebut seiring rencana revitalisasi Alun-Alun Ngawi yang mulai dilaksanakan tahun ini.
Selama beroperasi, instalasi air siap minum ini menjadi salah satu fasilitas publik yang paling banyak dimanfaatkan warga. Setiap harinya, instalasi tersebut mampu memproduksi sekitar 8.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang berolahraga, bersantai, hingga berkegiatan bersama keluarga di kawasan alun-alun.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKP Ngawi, Pipit Dwi Herlina menyatakan bahwa masuknya tahapan revitalisasi membuat keberadaan instalasi harus disesuaikan. Namun DPRKP menegaskan, pemindahan hanya bersifat sementara dan tidak mengurangi hak masyarakat untuk mendapatkan akses air minum gratis.
“Fasilitas ini tetap kami operasikan meski alun-alun sedang direvitalisasi. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Pipit Dwi Herlina.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menuntut pemeliharaan instalasi dilakukan secara berkelanjutan. DPRKP secara rutin melakukan perawatan guna menjaga kualitas air tetap aman dikonsumsi.
“Per enam bulan filter kami ganti dan kualitas air diuji. Ini penting agar air tetap higienis dan layak minum langsung,” ujarnya.
Untuk lokasi sementara, DPRKP Ngawi tengah menjalin koordinasi dengan pengurus Masjid Baitur Rahman serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga. Langkah ini dilakukan agar lokasi baru tetap strategis dan mudah dijangkau masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung.
Keberadaan instalasi air siap minum tersebut dinilai memberi manfaat besar, khususnya saat akhir pekan ketika intensitas aktivitas masyarakat di pusat kota meningkat. DPRKP berharap, layanan ini tetap menjadi penunjang kenyamanan ruang publik, baik sebelum maupun selama wajah baru Alun-Alun Ngawi dibangun.(Ehr)






