Bahanafmngawi.com – Kobaran api melalap gudang milik PT Dwi Prima Sentosa, pabrik sepatu yang berlokasi di Jalan Ngawi–Caruban, Desa Prandon. Api muncul sekitar pukul 23.00 WIB dari gudang nomor dua, ruang penyimpanan sandal siap ekspor dan dalam sekejap, ratusan ribu pasang produk ludes jadi abu.
Material karet yang mendominasi isi gudang membuat api tak hanya cepat menjalar, tetapi juga sulit dijinakkan. Asap pekat membubung tinggi menembus langit malam, sementara bangunan gudang luluh lantak, meninggalkan kerangka dinding dan atap yang ambruk.
Tiga unit mobil damkar Ngawi dikerahkan pertama kali. Namun, kobaran api yang begitu besar memaksa permintaan bantuan tambahan dari Kabupaten dan Kota Madiun. Armada damkar bahkan harus bolak-balik mengisi air karena keterbatasan pasokan di lokasi. Situasi diperparah dengan kondisi armada pemadam milik Damkar Ngawi yang tidak optimal.
“Banyak kendala di lapangan. Hydrant pabrik tidak berfungsi, dan satu dari tiga armada kami rusak. Hanya dua unit yang bisa digunakan, sehingga kami kewalahan dan akhirnya meminta bantuan Damkar dari Pemkab dan Pemkot Madiun,” ungkap Hery, petugas Damkar Ngawi.
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik di ruang panel gudang dua. Gudang tersebut diketahui menyimpan produk jadi yang siap ekspor ke luar negeri. Sayangnya, kelengkapan keselamatan kebakaran di pabrik dinilai jauh dari memadai.
“ Informasi awal, titik api dari ruang listrik gudang dua. Gudang itu tempat menyimpan produk jadi sandal yang siap ekspor,” ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung hingga dini hari dan api baru benar-benar mulai mereda menjelang pagi. Meski tak menelan korban jiwa, kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Bahkan hingga pagi, kobaran api susulan masih tampak membakar sisa bangunan yang hangus.(Ehr)






