Bahanafmngawi.com – Suasana meriah menyelimuti kawasan Sendang Musi di Desa Karangsari, Kecamatan Ngawi, saat ratusan warga mengikuti tradisi tahunan Nyadran, Kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, sekaligus upaya melestarikan sumber mata air bersejarah yang menjadi nadi kehidupan warga.
Empat gunungan berisi hasil bumi, makanan tradisional, dan peralatan rumah tangga diarak keliling desa sebelum dikumpulkan di area sendang. Tradisi ini menjadi momen yang paling dinanti karena menghadirkan suasana kebersamaan, budaya, dan spiritualitas dalam satu rangkaian acara.
“ Untuk tahun ini ada shodakohan, dilanjutkan festival gunungan, hari ini ada 4 gunungan direbut warga,” ujar Hariyanto kepala desa
Setelah prosesi doa bersama, warga menyambut momen rebutan gunungan dengan penuh semangat. Dalam hitungan menit, isi gunungan ludes diserbu warga yang percaya bahwa membawa pulang isi gunungan bisa mendatangkan berkah.
Kepala Desa Karangsari, Hariyono, menjelaskan bahwa Nyadran bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga bentuk edukasi pentingnya menjaga lingkungan.
“ Sendang Musi adalah sumber kehidupan warga dari dulu hingga sekarang. Kita ingin mata air ini tetap lestari untuk anak cucu nanti,” ujarnya.
Selain sebagai pusat tradisi, Sendang Musi masih digunakan warga untuk kebutuhan harian dan pertanian. Melalui tradisi Nyadran, warga diingatkan untuk terus menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan alam yang menjadi warisan tak ternilai.(Ehr)





